Blogger Web, Glucola, Nano Spray, Kemasan, AqiqahFriday, 20 Oct 2017
Find Us on : RSS/Feed Facebook Twitter
Welcome to Belajarcepat.web.id, Learn thing for better learning Welcome to Blogger.web.id Kupon WebHosting di HostGator diskon 25%, pakai kupon BELAJARWEB

You Are Here: Home » Forex » Trading Introduction

Trading Introduction

- 26 February 2014, 04:02
Advertise

Istilah ‘investasi’ tentu sudah sangat familiar bagi sebagian besar
masyarakat. Menanamkan sejumlah modal pada suatu aset atau lahan bisnis
diyakini dapat meningkatkan taraf kehidupan menuju arah yang lebih baik.

Pola pikir tersebut mengacu pada imbal hasil dari modal yang
memberikan keuntungan besar. Tujuan akhir dari keputusan ber-investasi
tak lain adalah untuk meraih kebebasan finansial. Sesuatu yang sulit
sekali didapatkan melalui upaya konvensional, seperti pada dunia kerja.

Tingkat keuntungan investasi dari jenis apapun itu dipastikan
memiliki resiko, seperti halnya resiko yang tetap ada pada bisnis atau
usaha lain, tanpa pandang bulu.

Sebagai contoh, fenomena krisis finansial Asia pada tahun 1998, yang
telah ‘memakan’ aset dan modal pebisnis besar yang tidak terhitung
jumlahnya. Peristiwa serupa terulang 10 tahun kemudian di belahan dunia
yang berbeda, krisis Sub-prime Mortgage menghantam Amerika Serikat . Isu
besar yang menghantam sektor perumahan di seluruh penjuru Amerika
Serikat tersebut telah mengantarkan negara-negara Eropa pada krisis lain
yang lebih besar, yakni krisis hutang. Krisis demi krisis telah banyak
membuat perusahaan gulung tikar, termasuk perusahaan raksasa seperti
Lehman Brothers. Bahkan semakin besar usaha dan potensi keuntungannya,
semakin besar pula potensi resiko yang bakal ditanggung. Dengan kata
lain, Reward dan Risk mempunyai korelasi yang sama dan tidak
terbantahkan.

Selanjutnya, terdapat dua varian investasi yang jadi opsi, yakni
investasi pada sektor riil dan non-riil. Investasi riil pada umumnya
membutuhkan modal besar dan waktu yang relatif lama untuk
mencapai break-even point, terlebih lagi untuk mencapai keuntungan.
Disamping itu, jenis investasi ini mensyaratkan kekuatan manajerial dan
dukungan eksternal yang kuat demi mencapai prospek keuntungan dan
pertumbuhan jangka panjang.

Berdasarkan statistik Small Business Administration (SBA), hanya 44%
unit bisnis yang dapat bertahan lebih dari empat tahun. Rasio
keberhasilan tersebut terbilang cukup menyedihkan untuk dijadikan tolok
ukur investasi.

Tantangan lain yang menyebabkan sulitnya bisnis riil bertahan, antara lain:
  • Struktur modal kurang efektif
  • Ekspansi yang terlalu pesat, sebagaimana tampak pada banyaknya bisnis di AS yang roboh ketika krisis finansial terjadi
  • Anggaran pengeluaran yang terlalu besar, terutama untuk promosi
  • Pemilihan lokasi yang kurang strategis
  • Perencanaan bisnis yang tidak konkrit dan kurangnya efektifitas dalam kinerja manajemen
Sebagian besar dari tantangan tersebut di atas tentunya tidak
ditemukan dalam dunia investasi keuangan terutama investasi berjangka
atau derivatif.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Advertise

Most visitors also read :